Shinobi: Fukushū no Zangeki
SHINOBIKebangkitan waralaba ninja legendaris dari Sega dengan visual gambar tangan, pertarungan cepat, dan kisah penuh balas dendam. Gim ini menghormati elemen klasik sekaligus memperluas seri dengan mekanisme baru, konten crossover, dan identitas visual yang berani.
Deskripsi
Shinobi: Fukushū no Zangeki, atau dikenal secara internasional dengan judul Shinobi: Art of Vengeance, adalah gim aksi platformer 2D dengan gaya gambar tangan yang menandai kemunculan perdana seri Shinobi setelah lebih dari satu dekade. Judul ini melanjutkan kisah Joe Musashi pasca peristiwa Shinobi III: Return of the Ninja Master. Dikembangkan oleh studio di balik Streets of Rage 4 dan Wonder Boy: The Dragon’s Trap, gim ini memadukan estetika animasi modern dengan akar permainan arkade klasik Sega.
Cerita berpusat pada Joe Musashi, pemimpin Klan Oboro, yang desa kelahirannya dihancurkan oleh ENE Corporation, sebuah kekuatan paramiliter yang dipimpin oleh tiran bernama Lord Ruse. Ruse menggunakan kombinasi ninja, tentara bayaran, yokai, dan teknologi mutakhir, serta memegang artefak curian yang memberikan keabadian. Setelah klannya musnah dan desa dalam reruntuhan, Musashi bersumpah untuk membalas dendam, dibantu oleh anjing setianya, Yamato, dan sekutu-sekutu tak terduga.
Mekanisme permainan mengambil inspirasi kuat dari seri Shinobi era Mega Drive, terutama Shinobi III. Pemain menggunakan katana, kunai, dan seni Ninjutsu milik Musashi, merangkai kombo serta menyeimbangkan musuh dalam pertarungan yang dinamis. Sihir Ninpo menyediakan serangan bermuatan yang kuat, sementara teknik Ninjutsu dengan penggunaan terbatas mampu membersihkan layar dari musuh. Gim ini mencakup lebih dari selusin tahap yang bervariasi, mulai dari markas militer hingga gurun, lengkap dengan rahasia tersembunyi, tantangan platforming, dan pertarungan bos berskala besar.
Tambahan penting lainnya adalah DLC SEGA Villains Stage yang mengadu Musashi melawan antagonis ikonik Sega seperti Death Adder (Golden Axe), Dr. Eggman (Sonic the Hedgehog), dan Goro Majima (Yakuza), yang menegaskan penghormatan gim ini terhadap warisan panjang Sega. Para kritikus menyoroti desain pertarungan yang setia, visual yang penuh gaya, dan tingkat kesulitan yang menantang, menjadikannya kembalinya seri ini secara gemilang setelah 14 tahun absen. Judul ini menyeimbangkan nostalgia dengan pembaruan modern bagi penggemar lama maupun pemain baru.
Lembar Data
| Nama Item |
|
|---|---|
| Nama Asli |
|
| Kode Item |
|
| Nomor Item |
|
| Seri | |
| Jenis | |
| Genre | |
| Ciri-ciri | |
| Teritori | |
| Kemasan | |
| Dokumentasi | |
| Pengembang | |
| Penerbit | |
| Media | |
| Jumlah Pemain | |
| Periferal | |
| Mode Video | |
| Klasifikasi | |
| Tanggal Rilis | |
| Tanggal Ditambahkan |
|