NiGHTS into Dreams
ナイツ into dreams...Judul legendaris yang mendefinisikan ulang gameplay aksi melalui mekanisme terbang, memadukan lanskap mimpi surealis, musik ekspresif, dan sistem penilaian gaya arkade ke dalam salah satu game paling ikonik era 90-an. Pemain memandu sosok androgini NiGHTS untuk membantu dua anak mengatasi ketakutan mereka dan mengalahkan penjahat Wizeman.
Deskripsi
NiGHTS into Dreams dikembangkan sebagai judul unggulan Sega untuk Saturn, yang dirancang untuk memamerkan kapabilitas 3D konsol tersebut sekaligus memperkenalkan gaya permainan baru. Konsep utamanya adalah sensasi terbang di mana pemain melesat melalui lintasan melingkar dengan batasan waktu, mengumpulkan orbs, dan merangkai manuver akrobatik untuk meraih skor. Berbeda dengan game platformer tradisional, permainan ini menekankan pada pergerakan yang luwes dan ritme, serta memberikan penghargaan atas penguasaan kendali udara dibandingkan eksplorasi di darat.
Kisahnya mengikuti Claris Sinclair dan Elliot Edwards, dua remaja yang dihantui oleh rasa tidak percaya diri dalam kehidupan nyata mereka. Setiap malam, mereka memasuki Nightopia, dunia mimpi yang terancam oleh Wizeman the Wicked yang jahat beserta para ciptaannya, Nightmaren. Di sana, mereka bertemu dengan NiGHTS, seorang Nightmaren pemberontak yang kemudian bersekutu dengan mereka. Dengan menyatu bersama NiGHTS, anak-anak tersebut memperoleh kemampuan untuk terbang, menghadapi para bos, dan merebut kembali Ideya (orbs) mereka yang dicuri—manifestasi dari keberanian, kebijaksanaan, harapan, kemurnian, dan kecerdasan.
Game ini digarap oleh Yuji Naka, Naoto Ohshima, dan Takashi Iizuka dari Sonic Team. Terbagi ke dalam tujuh mimpi/level, masing-masing karakter memiliki tiga level dan satu babak final bersama, Twin Seeds. Setiap mimpi berakhir dengan pertarungan bos, di mana performa pemain dinilai dari A hingga F berdasarkan kecepatan, skor, dan efisiensi. Sistem penilaian ini, digabungkan dengan durasi panggung yang singkat, mengikuti filosofi desain arkade. Inovasi yang mencolok adalah hadirnya 3D Controller untuk Saturn, yang disertakan dalam paket penjualan beberapa kopi game ini. Stik analognya dirancang khusus untuk NiGHTS, memungkinkan kontrol yang lebih halus dan presisi dibandingkan d-pad standar. Kontroler ini di kemudian hari memengaruhi desain stik analog pada konsol-konsol lain.
Secara visual, NiGHTS into Dreams terasa seperti mimpi dan surealis, dengan lanskap melayang, arsitektur abstrak, dan palet warna yang hidup. Musik latarnya, yang disusun oleh Naofumi Hataya, Tomoko Sasaki, dan Fumie Kumatani, berubah secara dinamis tergantung pada performa pemain, memperkuat nuansa emosional di setiap tahap.
Game ini mendapat pengakuan kritis atas grafis, musik, dan orisinalitasnya, dan kini dianggap sebagai salah satu karya terpenting Sega. Edisi khusus, Christmas NiGHTS, dirilis pada Desember 1996 sebagai cakram promosi yang menawarkan perubahan tampilan bertema liburan dan kejutan berdasarkan kalender. Meski memiliki arti penting, judul ini sempat luput dari perhatian banyak orang. Namun, sekuelnya, NiGHTS: Journey of Dreams, akhirnya muncul pada tahun 2007 di Wii, dan versi aslinya kemudian di-porting ke PS2 (khusus Jepang, 2008) serta versi HD untuk PS3/Xbox 360/PC (2012).
Lembar Data
| Nama Item |
|
|---|---|
| Nama Asli |
|
| Kode Item |
|
| Nomor Item |
|
| Seri | |
| Jenis | |
| Genre | |
| Wilayah | |
| Teritori | |
| Kemasan | |
| Dokumentasi | |
| Pengembang | |
| Penerbit | |
| Media | |
| Jumlah Pemain | |
| Periferal | |
| Mode Video | |
| Mode Suara | |
| Klasifikasi | |
| Harga Peluncuran |
|
| Tanggal Rilis | |
| Tanggal Ditambahkan |
|