Fighter Within
Ubisoft bergerak cepat saat peluncuran Xbox One untuk memanfaatkan antusiasme terhadap sensor Kinect. Game pertarungan berbasis kontrol gerak ini tidak hanya menyajikan kualitas perangkat lunak yang biasa saja, tetapi juga menonjolkan keterbatasan perangkat keras yang digunakannya.
Deskripsi
Fighter Within memanfaatkan teknologi Kinect sepenuhnya untuk melacak pergerakan pemain dan menerjemahkannya menjadi aksi karakter di dalam game. Permainan ini menawarkan beragam gaya bertarung dan teknik, mulai dari pukulan, tendangan, lemparan, hingga jurus khusus. Pemain wajib mengandalkan gerakan fisik untuk mengeksekusi serangan dan menumbangkan lawan. Selain itu, terdapat sistem tangkisan dan menghindar, serta indikator stamina yang akan berkurang seiring dengan intensitas aksi yang dilakukan.
Fighter Within menyediakan mode pemain tunggal maupun multipemain, termasuk mode turnamen di mana pemain dapat saling beradu dalam kompetisi bergaya bracket. Tersedia pula mode latihan bagi pemain untuk mengasah kemampuan dan mempelajari teknik baru.
Secara keseluruhan, Fighter Within menjadi bukti nyata mengapa Kinect gagal dan akhirnya ditinggalkan oleh Microsoft. Kontrol sensor gerak yang dihadirkan kurang presisi sehingga memberikan pengalaman bermain yang mengecewakan dalam genre pertarungan. Hal ini membuat game tersebut menerima kritik tajam dan kini nyaris terlupakan.
Lembar Data
| Nama Item |
|
|---|---|
| Kode Item |
|
| Nomor Item |
|
| Jenis | |
| Genre | |
| Ciri-ciri | |
| Teritori | |
| Kemasan | |
| Dokumentasi | |
| Pengembang | |
| Penerbit | |
| Media | |
| Jumlah Pemain | |
| Periferal | |
| Klasifikasi | |
| Tanggal Rilis | |
| Tanggal Ditambahkan |
|